Dampak Paparan Screen Time Berlebih terhadap Perkembangan Kognitif dan Sosial Anak Usia Dini
Kata Kunci:
Screen Time,, Digital Parcifier,, Perkembangan Kognitif,, Interaksi Sosial,, Anak Usia Dini,Abstrak
Di era digital, penggunaan gawai telah bergeser fungsi dari alat komunikasi menjadi digital parcifier (alat penenang digital) bagi anak usia dini. Fenomena digital parenting ini sering kali dianggap sebagai solusi instan bagi orang tua untuk mengatasi tantrum atau kebosanan anak, namun tanpa disadari membawa risiko jangka panjang terhadap proses tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak paparan screen time berlebih terhadap anak usia dini, dengan fokus pada risiko keterleambatan bicara, penurunan fokus, dan degradasi empati. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur denga Teknik analisis konten terhadap berbagai jurnal penelitian psikologi perkembangan dan teknologi pendidikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2016-2026). Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi layer melampaui rekomendasi global (WHO) berkorelasi signifikan dengan hambatan perkembangan bahsa (speech delay) akibat kurangnya stimulasi verbal dua arah. Secara kognitif, paparan konten visual yang cepat memicu penurunan rentang perhatian (attention span). Secara sosial, penggunaan gawai sebagai alat penenang menghambat kemampuan anak dalam meregulasi emosi secara mandiri dan menurunkan kepekaan empati terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi bagi orang tua mengenai Batasan screen time dan pentingnya pendampingan aktif (co-viewing) untuk memitigasi dampak negatif teknologi pada masa keemasan anak.
Referensi
Basnet, P., et al. (2018). Digital screen time and its effect on visual health among children. Journal of Pediatric Health, 12(3), 145–152.
Catherine, S., et al. (2017). Parental mediation and children’s digital media use. Journal of Child and Media, 11(2), 123–135.
Collier, K. M., et al. (2016). Children’s screen time and behavioral outcomes. Pediatrics Journal, 138(5), 1–9.
Handriani, R., & Mahawati, E. (2016). Pengaruh jarak pandang terhadap kesehatan mata pada anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 89–95.
Hidayanti, N., et al. (2023). Peran orang tua dalam penggunaan gawai pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 7(1), 45–56.
Istiqomah. (2019). Dampak positif penggunaan media digital pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 13(1), 77–85.
Izzaura. (2014). Kontrol orang tua terhadap penggunaan teknologi pada anak. Jurnal Psikologi Perkembangan, 5(2), 66–74.
Malau, R., et al. (2023). Dampak negatif screen time terhadap perkembangan sosial anak. Jurnal Psikologi Anak, 9(1), 34–42.
Nikken, P., & Jansz, J. (2014). Developing scales to measure parental mediation of young children’s internet use. Learning, Media and Technology, 39(2), 250–266.
Purwanto, N. P., & Adjie, E. K. K. (2017). Hubungan screen time dengan perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Ilmu Kesehatan Anak, 5(2), 101–110.
Rosen, L. D., et al. (2014). Media and technology use predicts ill-being among children. Computers in Human Behavior, 35, 364–375.
Schlebbe, K. (2020). Parental control in children’s digital media use. Journal of Family Studies, 18(3), 211–220.
Sekarasih. (2016). Pola pengasuhan digital pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 55–63.
Sergi, I., et al. (2017). Digital parenting and children’s screen exposure. Journal of Early Childhood Research, 15(4), 325–338.
Shin, W. (2015). Parental mediation of children’s digital media use. Computers in Human Behavior, 45, 188–196.
Subarkah. (2019). Pengaruh teknologi terhadap perkembangan anak usia dini. Jurnal Pendidikan, 8(1), 23–30.
Sundus, M. (2018). The impact of using gadgets on children. Journal of Depression and Anxiety, 7(1), 1–3.
Widyaningrum, R. (2023). Pengaruh screen time terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(1), 60–70.
Wulandari. (2024). Pengaruh screen time terhadap perkembangan emosional anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 8(1), 90–98.
World Health Organization. (2019). Guidelines on physical activity, sedentary behaviour and sleep for children under 5 years of age. Geneva: WHO Press.



